Pendahuluan
Mengetahui sesuatu adalah sifat dasar manusia. Manusia rela menghabiskan waktunya untuk mengetahui sesuatu dalam hidup, bahkan untuk mengetahui hidup orang lain, bahkan mengomentari hidup orang lain yang tak jarang malah menimbulkan masalah baru. Pada pembahasan ini kita akan mempelajari hal yang mendasar tentang ilmu, betapa pentingnya kita mengusai ilmu, dan bagaimana mengusai dan menerapkan ilmu yang baik.
Apa yang kamu pelajari
Apa yang dimaksud dengan ilmu
Apa yang dimaksud dengan membela agama
Apa Fungsi Ilmu
Apa Dalil hukum tentang menuntut ilmu
Mengapa kita harus menuntut ilmu?
Mengapa menuntut ilmu dianggap membela agama?
Bagaimana ilmu membuat kita menjadi pribadi yang ungul
Bagaimana cara belajar yang baik
Bagaimana cara belajar yang menyenangkan
Bagaimana kamu belajar selama ini?
Apakah kamu seorang yang berilmu?
Pembahasan :
Ilmu, dalam Bahasa arab, berasal dari kata alima-ya’lamu-ilman yang secara Bahasa artinya tahu, artinya orang yang berilmu adalah orang yang tahu. lawan kata ilmu adalah jahlu artinya tidak mengetahui, namun orang sering menerjemahkan jahlu sebagai bodoh. Sedangkan jika kita lihat pengertian dalam bahasa Indonesia terdapat dua terma terkait ilmu, yaitu ilmu dan pengetahuan.
Pengetahuan adalah sesuatu yang kamu tahu, sesuatu yang tidak perlu dipikirkan lagi, sesuatu yang bila kamu dengar atau lihat kamu langsung mengiyakan atau minimal berkata “oh atau iya”. Sedangkan ilmu adalah sebuah proses sistematis untuk memahami sebuah pengetahuan. Maksdunya ilmu memerlukan sebuah proses yang menentukan kita dianggap bisa, mengerti, faham, atau mengusai. Karena jika kita lihat pengertian ilmu dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia sedikit berbeda. Mengapa terjadi perbedaan?
Alasan utamanya adalah pengertian ilmu yang ada dalam Bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari kata science sedangkan pengetahuan merupakan terjemahan dari kata knowledge. Hal ini akan menimbulkan perbedaan memahami jika kita tidak mengerti asal Bahasa yang digunakan. Dalam pendapat barat ilmu itu dibagi dua yaitu science (ilmu) dan knowledge (pengetahuan) sedang dalam Bahasa arab ilmu itu satu kata, al ilmu.
Jika kita coba fahami lebih jauh ilmu dalam Bahasa Arab akan melebarkan berbagai pembahasan. karenanya munculah berbagai ilmu, misalnya ilmu ma’rifat, ilmu haqiqat, ilmu syarat, ilmu laduni, atau kata ilmu lainnya yang diiringi kalimat lain yang menandakan percabangan pembahasan ilmu itu sendiri.
dalam tulisan ini kita tidak akan membahas berbagai ilmu tersebut atau jenis jenis ilmu tersebut, tapi yang harus difahami adalah kita memiliki tanggug jawab untuk berilmu entah itu bersifat pengetahuan atau bersifat science, sesuatu yang harus difahami lebih lanjut, yang sebenarnya jika kita coba dalami lagi jika ilmu dikatakan sebagai science, maka ilmu itu akan hanya membahas sesuatu yang bisa didapat dan difahami panca indera saja. Padahal ilmu itu menjangkau lebih dari mempelajari sesuatu yang terindera saja melainkan diluar indra, yaitu rasa.
Selanjutnya, Haruskah kita berilmu? mengapa kita harus berilmu? Maka jawabanya adalah harus. kenapa? Jawaban paling sederhana karena kita pada dasarnya tidak tahu. Kita tahu tahu kenapa kita hidup? kenapa dilahirkan? kenapa masih hidup? Kenapa ada mati? kenapa dunia seperti ini? mengapa nakal itu menyenangkan? mengapa belajar seringnya membosankan? dan berbagai ketidak fahaman yang kita miliki hingga saat ini. hal ini menandakan betapa kurangnya pengetahuan kita, betapa kurangnya ilmu kita.
kurangnya ilmu pengetahuan merupakan sebuah aib yang harus ditutupi dengan mempelajari berbagai ilmu. Untuk apa semua itu? Tidak lain adalah untuk menyelamatkan hidup kita dari berbagai perubahan yang terjadi dalam keseharian kita. Bayangkan saja, jika kita tidak memiliki pengetahuan, maka nasib yang paling pasti adalah kita akan selalu menjadi korban penipuan. Kenapa kita tertipu? karena kita tidak hati-hati, karena terburu-buru mengambil keputusan, karena terjebak dalam rayuan, karena kebodohan kita yang membuat kita bersikap seperti itu.
Dalam Agama Islam, ilmu mempunyai porsi yang tinggi bahkan bersifat fardu atau wajib. karenanya para ahli membagi ilmu dari segi pelaksananya menjadi dua, yaitu
- Ilmu fardu ‘ain, yaitu Illmu yang wajib dimiiliki setiap orang
- ilmu fardu kifayah, yaitu ilmu yang dimiliki sebagian besar orang.
Ilmu tentang sesuatu yang terkait dengan diri sendiri adalah ilmu fardu ‘ain artinya kita wajib memilikinya, misalkan ilmu ibadah wajib, ilmu ibadah sunah, ilmu calistung, atau ilmu lainnya yang memang menjadi kebutuhan dasar. Sedang ilmu fardu kifayah adalah ilmu yang tidak wajib dimiliki oleh semua orang, misalkan kedokteran tidak perlu semua orang jadi dokter, dengan sebagian saja sudah menutupi kebutuhan manusia yang lain, atau ilmu bangunan entah jadi insinyur atau jadi tukang, tidak semua punya kewajiban, tapi akan selalu ada manusia yang memilih pekerjaan tersebut.
mempelajari ilmu tersebut baik itu fardu’ain atau fardu kifayah tidak lain tujuan besarnya adalah untuk menjaga agama, untuk menjaga kehidupan, dan yang paling utama adalah untuk menjaga diri kita. Mengapa bisa seperti itu, karena dengan menjaga Agama, kehidupan dan diri kita terjaga; jika kita menjaga kehidupan belum tentu agama dan diri kita terjaga; atau kita menjaga diri kita belum tentu kehidupan dan agama kita terjadi. Karenanya penentuan niat merupakan salah satu aspek penting dalam mencari ilmu. Niatkanlah menuntut ilmu adalah untuk ibadahmu.
jika kamu bisa meniatkan dengan bersih maka kamu akan merasakan dampak dari fungsi ilmu tersebut yaitu:
Menjadikan Manusia Memiliki Keunggulan dari Makhluk Lainnya
Jika kamu pernah membaca kisah Nabi Adam A.S ketika masih di surga, ketika diuji oleh para melaikat betapa hebatnya Adam A.S menjawab semua pertanyaan malaikat sehingga mereka pun tertunduk dengan ridho ketika Allah swt memerintahkan. Sehingga derajat manusia menjadi lebih tinggi dari ciptaan Allah swt yang lainnya.
- Mengangkat Derajat Seorang Manusia.
Dijelaskan dalam Al Qur’an, Q.S. Al Mujadilah ayat 11, bahwa Allah swt akan meninggikan orang yang berilmu beberapa derajat di atas lainnya. Dalam kenyataannya, bukan hanya karena janji Allah bahwa akan ditinggikan derajatnya, namun secara naluriah manusia bahwa manusia akan menghormati seseorang lain yang memiliki kemampuan lebih dari dirinya.
- Warisan Para Nabi
Para Nabi dan Rasul Allah tidak pernah mewariskan harta kepada manusia, tapi ilmulah yang menjadi warisan. untuk apa? tidak lain adalah menyelematkan hidup manusia.
- Ilmu adalah Imamnya Amal
Perbuatan yang baik akan muncul dari pemahaman yang baik; pemahaman yang baik tidak akan muncul jika seseorang tidak memiliki ilmu.
Karenanya Islam, dalam berbagai penjelasan, sangat menekankan betapa pentingnya menuntur ilmu, bahkan al qur’an dalam Q.S. At Taubah menjelaskan tentang betapa pentingnya menuntut ilmu.
“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.(Q.S. at-Taubah/9: 122)
Tujuan menuntut dan mendalami ilmu agama adalah untuk mencerdaskan umat dan mengembangkan ajaran Islam supaya dapat disebarluaskan dan dipahami semua oleh orang yang ada di masyarakat.
Kewajiban menuntut ilmu, menurut pengertian yang tersurat dari Q.S. at-Taubah/9: 122 adalah ilmu dalam bidang agama yang berisikan sistem dan ajaran keimanan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tatacara berhubungan dengan pergaulan sesama manusia dan lingkungannya. setiap ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan dapat mencerdaskan kehidupan umat Islam dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama, wajib dipelajari. Setiap orang mukmin dalam bidang ilmu pengetahuan, memiliki tiga macam kewajiban, yaitu (1) menuntut ilmu, (2) mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.
Supaya proses dalam menuntut ilmu dapat berjalan dengan baik dan ilmu yang bermanfaat dan mampu mengantarkan menjadi orang yang sukses di dunia dan selamat di akhirat kelak, beberapa hal harus diperhatikan ketika menuntut ilmu, antara lain sebagai berikut
- Meluruskan niat
- Bersikap hormat terhadap guru / orang yang mengajarimu
- Awali dan akhiri ketika menuntut ilmu dengan berdo’a kepada Allah Swt
lantas bagaimana cara agar ilmu kita tidak mudah hilang atau terlupakan. berikut adalah beberapa langkah yang dapat ditempuh.
- Penuhi etika dalam menuntut ilmu
- Hindari perbuatan maksiat
- amalkanlah ilmu yang sudah didapat
- semangat, bersungguh-sungguh, dan tidak mudah putus asa
- Jangan pelit berbagi apalagi menghitung dengan skala uang
Kita sadari bahwa menuntut itu sanglah bermanfaat, kesadaran akan AMBAK [Apa Manfaatnya BAgiKu] dalam mempelajari ilmu akan membawa kamu pada manfaat sebuah ilmu. Secara umum, manfaaat dasar menuntut ilmu adalah
- Menjadi orang yang takut hanya kepada Allah Swt.
- Memudahkan jalannya menuju surga, mendapat rida malaikat, mendapatkan permintaan ampun dari seluruh makhluk bumi, dan menjadi pewaris para nabi
- Pahala ilmu yang diajarkan akan tetap mengalir walaupun pemiliknya telah wafat
Adapun manfaat lain adalah membentuk kita menjadi pribadi yang unggul. Pribadi yang memiliki kelebihan. Pribadi yang bisa memberikan perbedaan dalam kehidupan baik itu kehidupan pribadinya, bersama orang lain, bahkan dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Semua itu bisa didapatkan jika kamu mampu know yourself better, memahami dirimu lebih baik. Paling sederhana yang bisa dilakukan adalah menyadari hal yang mampu kamu lakukan atau tidak. Ketika kita bisa menyebutkan dan menyadari tingkat kemampuan tentang sesuatu keahlian maka pilihannya adalah mengusai atau meninggalkan.
Misalkan Tono menyukai badminton, dia mempunyai keahlian bermain volley, dia sangat mencintai badminton lebih dari volley, namun ketika bermain Tono lebih ahli dalam bermain volley. Jika kondisi seperti ini apa yang harus dilakukan? Sebagian besar pasti akan menjawab jadilah pemain volley yang Ahli karena permainan volley Tono lebih baik dari badmintonnya. Jika itu terjadi padamu apa yang kamu akan lakukan? Jika saya boleh memberikan saran, maka saya akan ucapkan “Pilihlah sendiri. Mempelajari yang tidak kamu mampu atau membuat ahli yang sudah kamu bisa.”
itulah gambaran sederhana bagaimana kita menjadi pribadi yang unggul, memiliki kelebihan dari orang lain. Nah, bagaimana cara belajar yang baik agar kita dapat mengusai ilmu, tidak mudah lupa, dan bisa menjadi orang yang cerdas. Secara mendasar ada 3 (tiga) tipe kebiasaan seseorang belajar yaitu VAK—Visual, Audiotory, Kinestetik. Visual artinya kamu lebih mengingat sesuatu itu jika ditulis atau membaca; Audiotory, kamu lebih ingat jika mendengarkan; dan, Kinestetik, yaitu mengingat karena memperaktikan.
Apakah salah satu dari ketiga hal itu membuat kamu menjadi unggul? Tentu. Namun, jika mampu memadukannya ketiganya kamu akan menjadi pribadi yang lebih unggul lagi. Kong fu tse atau konfusius pernah berkata,
Saya lihat saya tahu, saya dengar saya lupa, saya lakukan saya bisa.
melihat saja membuat kita hanya tahu, mendengar saja bisa lupa, tapi jika melakukannya pasti kita ingat dan bisa. Contoh sederhana adalah kita tidak pernah lupa nama kita, tempat kita lahir, bahkan tanggal dan waktu kita lahir. Padahal, emangnya kamu tahu “Benarkah kamu lahir di tanggal, jam, dan tempat yang sesuai tertulis di akte lahir kamu?” atau kamu yakin karena cerita orang tua dan akte lahir kamu?
Nah keyakinan dan ingatan akan hal itu membuat kamu selalu tidak lupa adalah merupakan bagian dari yang saya lakukan karenanya tidak pernah lupa.
Cobalah beberapa hal berikut ini.
- Kenalilah pembelajaran yang paling menyenangkan buat kamu. Apakah dengan membaca/menulis; mendengarkan; dipraktikan,
- Bagi kamu yang visual, maka coba untuk mengungkapkan/menulis ulang dengan Bahasa mu sendiri tentang yang kamu pelajari.
- Belajarlah mind mapping dan biasakanlah menggunakannya
- gunakan variasi warna dalam membuat catatan agar kamu makin mengingatnya.
- Bagi kamu yang audiotory, banyak banyaklah mendengar
- jika kamu belajar, gunakan musik sebagai peneman dalam belajar
- ucapkanlah hal-hal yang kamu anggap penting kalau mau berteriak teriak juga boleh
- jika kamu tipe kinestetik yang harus ada pergerakan maka bergeraklah ketika belajar
- tambahilah dengan mengucapkan kata-kata yang penting, ibarat orang yang latihan pidato
- jangan diam di satu posisi, harus banyaklah bergerak.
inilah langkah dasar yang dapat membantumu untuk lebih mengenal pola belajar yang awal yang sesuai buat kamu. banyak langkah yang lebih kongkrit dan lebih membantu mengenai VAK yang bisa kamu pelajari sendiri, bisa cara di google, atau beli buku-buku yang membahas tips pembelajaran.
inti dari ilmu pengetahuan adalah mempelajari, berbagi, dan menguasai. jangan nunggu ahli dulu untuk membagi ilmu, kadang sok tahu dan sok pintar itu perlu, namun hati-hati jangan selalu sok tahu, sok pintar tanpa dibarengi mempelajari hal tersebut lebih lanjut. sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga, sepintar apapun kamu berbohong pasti akan ketahuan juga.
Tugas
Tugas 1.
buatlah resume dari pemahasan di atas. boleh tulis dibuku atau pun berupa file. kirim /upload di link pengumpulan kelas
Tugas 2.
Silahkan kerjakan : VAK-20
Tugas 3.
SIlahkan kerjakan ; MI-20
Comments
Post a Comment