Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2011

Larangan berbohong memuliakan Kejujuran

Dalam kamus bahasa Indonesia jujur di artikan dengan tulus hati, tidak berbohong, tidak curang, berkata apa adanya, mengikuti peraturan (KBBI: ) Dalam bahasa arab jujur disebut shiddiq , kejujuran adalah lawan dari dusta dan ia memiliki arti: sesuatu sebagaimana dengan faktanya.  Al Qur’an menyebutkan, “Dan ibunya (maryam) adalah seorang Shiddiqah.” (Q.S. 3: 75), maksudnya adalah ia orang yang selalu berkata jujur. Sejarah menuliskan bahwa Nabi Muhammas saw adalah Ash shadiqul Amien (jujur dan terpecaya). Demikian pula Nabi Yusuf as. Ia disipati dengan sifat ini, “(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): " Yusuf, Hai orang yang amat dipercaya, Terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar Aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya ." (Q.S. 1...

Romansa 2007: Disaat cerita kebahagian dan kesedihan berpadu

Apakah ini suatu keselahan baru? Aku sendiri tidak tahu. Apakah ini memang yang terbaik, atau yang baik? Lebih-lebih aku tidak tahu. Jalan yang ku pilih yang, mudah-mudahan tidak menciptakan masalah baru, mungkin esok baru aku akan tahu. Memang pesan teakhirnya: jangan hubungi saya lagi, itu cukup menyakitkan bagiku. Dia, mengapa dia selalu menyakiti dan membuat pikiranku tak karuan. Membuatku seakan tak mampu  berjalan bahkan berlari untuk mengejar masa depan. Apa maksud semua ini? Apa hadirnya adalah untuk memalingkanku dari apa yang aku impikan? Atau memang hadirnya untuk membimbingku ke jalan yang seharusnya aku ambil? Itulah yang tidak ku mengerti hingga saat ini. Mengapa begitu pelik, begitu rumit, dan begitu sulit untukku pahami. Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Perhatian kah? Kalau aku ingat, perhatian seperti apa lagi yang harus ku berikan? Serasa aku sudah memberikan seluruh perhatianku untuknya. Aku tidak pernah memikirkan wanita l...

Menyederhana Makna Jihad dalam kaca yang lain

Oleh: Asep Ahmad M. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada dirinya. (Al Anfal: 53) Di awal tahun sembilan puluhan penulis berkebangsaan Amerika, Shakti Gawain, menerbitkan sebuah buku yang berjudul Living in The Light . Sebuah buku yang cukup fenomenal di masanya. Dalam buku itu saya temukan penjelasan yang cukup mengena mengenai konsep penciptaan dunia dan proses perkembangannya. Shakti menggunakan kata Yin dan Yang , dan Anima - Animus yang dikonsepkan Carl Jung, untuk mempermudah pemahaman para pembaca. Pada intinya, segala sesuatu tercipta dua bentuk, dua jenis—sesuatu yang terkadang berlawanan, dan terkadang membahu satu sama lain. Penjelasan yang lebih mudah lagi, adalah ketika beberapa hari lalu Cak Nun di radio menjelaskan kata jihad, dan implementasi (pelaksanaan) konsep dan praktik dari kata jihad tersebut....

Tentang kebersamaan

Air, sempurnanya ketika Hidrogen dan Oksigen berpadu, ketika salah satunya hilang ia tidak akan berarti memberikan kesempurnaan kepada kita, bahkan mungkin akan memberikan kejelekan pada diri kita. Misal hanya kandungan hydrogen yang ada, menurut teori kimia itu akan membunuh kita. Maka kesempurnaan air adalah dengan kemurniannya. Begitu juga pada manusia, kesempurnaan terjadi ketika jalinan dua jiwa manusia bersatu dalam suatu ikatan. Ketika dua insan bersama membangun mawadah dalam lingkar cahaya Ilahi yang senantiasa melindungi mereka berdua dari segala perbuatan dan perkara yang akan membawa mereka ke jurang kenistaan. Aku pun seperti lainnya menginginkan kesempurnaan itu, tetapi jalan menuju kesempurnaan kini sirna. Setelah bulan-bulan pertengkaran dan saling menyalahkan, dan berusaha untuk tidak menyangkutkan orang lain, tapi ternyata memang orang lainlah yang telah menjadi penyebab keruntuhan jembatan yang telah kami bangun selama ini. ...

Mencari cinta atau membumikan cinta?

Adalah sebuah pertanyaan yang muncul dibenak setelah membaca sebuah tulisan mengenai cinta dalam salah satu tulisan teman. Begitu sederhana ia membahas cinta dengan perumpaan yang sederhana. Dan jika benar, salah satu kejujuran dalam cinta adalah kesederhanaan dalam mencinta. Kesederhanaan bukan berarti tidak mampu memberikan yang lebih, yang megah, yang wah, atau sesuatu yang dianggap berkesan dan mendalam.   Kesederhanaan, bagiku, adalah kemampuan untuk memahami dan memberikan apa yang diperlukan oleh pasangan. Sering kali kita merasa telah memberikan perhatian dan pemberian yang begitu berarti (menurut kita bagi dia) padahal belum tentu itu yang diperlukan. Hingga di suatu ketika kita lelah kita melepaskan begitu saja cinta yang telah dibangun bersama karena ada perasaan bahwa selama ini sesuatu yang kita berikan tidak pernah berarti baginya. Berbicara cinta, berbicara suatu yang suci. Berbicara cinta berbicara Tuhan. Para ahli menuliskan bahwa cinta terhimpun dalam dua kata ...