Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2011

Dua jam bersama Bule

Met The Bule    By Asep Ahmad Maulana Met the bule . Begitulah disebutnya. Semalam sebuah pesan muncul di hp, “I have 3 bule (Australia, france, and Holland) any idea?” Dan pikiran pun bimbang. Aku rasakan kebimbingan. Mengapa? Aku sudah berhenti berbicara bahasa Inggris  sekitar 3 tahun dan tak pernah menggunakannya lagi, teakhir aku gunakan ketika Roolie dan Styn, dua  Bag packer Belanda  yang dibawa oleh seorang teman di Cianjur. Karena mereka orang belanda sangat mudah bagiku berbicara karena banyaknya warisan sejarah pemerintahan kolonial Belanda di daerahku. Dan, diwaktu itu aku masih aktif menggunakan bahasa Inggris.  Aku beranjak menuju rumah temanku untuk menemui tiga bule, dan semakin dekat langkahku semakin ngak karuan pikiranku. What will I do there? Pikirku terus bertanya hal itu. Tetapi, setibanya di sana. Sebaris senyuman aku dapatkan dari dua orang perempuan, Martinde dan Sarah. Martinda adalah seoran...

Apakah satu puisi atau.... hanya ungkapan hati

by Asep Ahmad Maulana on Thursday, December 23, 2010 at 1:22pm Untuk Gadisku Oh God is this good for me? Sure you know the best for me. Since the opening of this month I feel satisfaction, sadness, hardness, and longing for some outside of me. Do I have to turn this off or shall I continue to know the present. I talk too serious and it sucks her up. Did its scheme have gone out of line? The lonely I walk with uncertainty Up above the sky lies your name. Far across the sea, your voice be heard Beneath the sky lies your smile Di atas ufuk terukir namamu Merentas benua, ku dengar suaramu Di bawah langit, ku lihat senyummu. Dekapmu, di pelukku Hati berlari menyambutmu Angan bergulir mengukir hari indah bersama Belai terbayang, sukma terikat Benci berganti sayang, hati pun terdiam Risalah tertuju sudah Kata pun terangkai ramah Nada teruntai, tercipta indah Senyum penyempurna kasih Nafas yang tersesak terlepas sudah Impian dan harapan terwujud sudah Keresaha...

Tentang 16 Oktober 2009

by Asep Ahmad Maulana on Sunday, February 6, 2011 at 5:05pm Pagi, 16 October 2009 Sebait lagu mengalun indah, di saat ku torehkan sedikit tulisan dilembaran ini. Di saat pagi masih lekat dengan hitamnya sisa malam, di saat tabuh terhenti, suara-suara di masjid dan surah tak terdengar lagi. Pikiranku enggan untuk tenang, ada ego yang membuat aku merasa kecewa, ada nalar yang memaksaku harus merelakan hari ini berlalu seperti hari-hari sebelumnya. Seminggu lalu aku merasakan kebahagian. Kebahagian akan suatu momen yang akan dijelang di hari ini. Aku tersenyum, aku berharap, aku cemas, aku menunggu, dan hari ini jelas, momen yang membahagiakan itu, tidak akan terjadi hari ini. Aku harus kembali mengatakan entah. Entah. Entah dan entah kapan akan terjadi semua yang kumimpi. Bagi orang lain ini sederhana, hanya masalah datang dan tidaknya kekasih yang tercinta; tetapi bagiku berbeda. Ego ini memaksa aku untuk memaksa dia datang ke sini, dengan pertimbangan dia harus i...

Semalam yang hangat.

by Asep Ahmad Maulana on Saturday, March 19, 2011 at 7:26am Suatu kebahagian, di saat malam menjelang, dan sayapnya mulai menutup alam. Hitam, kelam, dan setitik hujan menghantarkan malam yang sedikit terguncang dengan getaran gempa, dan aku tidak terperanjak dengan getaran yang cukup besar, larut dalam percakapan bersamanya. Percakapan yang sangat menyenangkan, bagiku, saat dia bercerita tentang hari-hari yang terlalui—biasa selalu aku yang memulai dan berbicara tentang diriku, tapi malam tadi ia bercerita tentang kehidupannya. Mungkin hal ini suatu yang sepele bagi yang lain tapi untukku tidak. Secara, jarak yang jauh intensitas pertemuan pun sangat jarang, hingga sms dan telepon lah yang menjadi peneman dan penjaga kepercayaan satu sama lain. Resiko memang tinggi. Hubungan jarak jauh ini, bagiku, hanya bisa dijaga dengan kejujuran diri terhadap diri, kejujuran diri terhadapnya, dan ia pun melakukan hal yang sama. Karena tidak jarang hubungan seperti ini berakhir tan...