Skip to main content

Berpakain dalam Islam


Pendahuluan

Pakaian adalah pelindung manusia yang memberikan rasa aman pada dirinya, entah itu karena alasan pribadi atau social pakaian selalu menjadi penting. Bagaimana Islam memandang pakaian, berikut kita akan mempelajarinya.


Apa  yang kamu pelajari

1.       Apa yang dimaksud dengan berpakaian secara Islami

2.       Mengapa kita harus berpakaian?

3.       Apa Fungsi pakaian dalam kehidupan kita

4.       Mengapa kita harus berpakaian secara Islami

5.       Bagaimana hubungan antara aurat dan pakaian secara Islami

6.       Adakah dalil hukum yang memerintahkan kita berpakaian ?

7.       Bagaimana pakaian Islam yang ideal

8.       Bagaimana pakaian Islam memandang trend dan mode

9.       Bagaimana kamu menilai cara berpakaianmu sendiri

10.   Bagaimana kamu apa yang kamu harapkan dari orang lain ketika mempunyai pakaian baru?

 

Pembahasan

Busana muslim adalah busana atau pakaian yang seharusnya dikenakan oleh umat Islam, baik itu wanita (muslimah) ataupun laki-laki (muslim) dalam setiap aktivitas sehari-hari, baik kegiatan resmi maupun santai, seperti rekreasi, jalan sehat, aktivitifas sehari-hari. Artinya bahwa selama ini ada anggapan bahwa busana muslim hanya dipakai ketika menghadiri majelis taklim, majelis zikir, hari besar keagamaan, seperti Idulfitri, Iduladha, memperingati hari-hari besar Islam atau ketika pergi ke masjid atau mushala, tidaklah sepenuhnya benar.

Busana Muslim adalah pakaian yang sesuai dengan syarat yang ditetapkan dalam Agama Islam. Adapun syaratnya adalah

a.       Menutupi aurat

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.( Q.S. al-Ahzab/33:59)

b.       Pakaian yang tidak mengundang syahwat

c.       Tidak transparan

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: satu kaum mencambuk orang-orang dengan cambuk seperti ekor sapi, dan satu golongan kaum wanita yang berpakaian, tetapi telanjang, memberitahukan (memperlihatkan) kepada orang lain perilaku mereka yang tercela, menyimpang dari ketaatan kepada Allah, serta dari apa yang wajib mereka jaga, rambut mereka itu laksana punuk unta yang berjalan miring. Mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium aromanya, padahal semerbak surga bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian” (H.R. Muslim)

d.       Harus longgar dan tidak ketat

Rasulullah Saw. memberiku baju Quthbiyyah yang tipis, hadiah dari Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan kepada istriku. Nabi Saw bertanya kepadaku: Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyyah?” Aku menjawab: “Aku pakaikan baju itu untuk istriku.” Nabi Saw lalu bersabda: “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyyah itu, karena aku khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tubuhnya.” (H.R. al-Baihaqi, Ahmad, Abu Dawud dan Adh-Dhiya).

e.       Tidak diberi wewangian atau parfum yang baunya sangat mencolok, khususnya bagi wanita

f.        Tidak menyerupai laki-laki atau sebaliknya

g.       Bukan busana atau pakaian syuhrah (diniatkan untuk sensasi)

h.       Bukan untuk tabarruj (memperlihatkan keindahan fisik)

i.         Bukan kain sutra (khusus bagi laki-laki)

“Boleh bagi wanita dari umatku dan haram bagi pria dari umatku.” (H.R. Tirmidzi, Nasa’i, dan Abu Dawud).

 

Sebagai manusia kita wajib berpakaian yang sesuai. Baik itu sesuai dengan tubuh kita atau sesuai dengan kondisi lingkungan yang akan kita, artinya dalam berpakaian harus mempertimbangkan kondisi fisik kita dan situasi tempat yang akan didatangi. Pakaian adalah pelindung tubuh. Pelindungan dari cuaca, rasa malu, dan melindungi diri secara keseluruhan. 

Lebih lanjut pakaian berfungsi, menurut galerikonveksi51.com, selain fungsi perlindungan, pakaian berfungsi sebagai

1)      Penutup Tubuh

2)      Sebagai identitas diri

3)      Sebagai perhiasan

4)      Fungsi status social

5)      Simbol budaya

6)      Memperlihatkan profesi

7)      Fashion

8)      SImbol Agama

9)      Status Gender

Dari kesepuluh fungsi pakaian tersebut, islam pun memberikan aturan yang cukup ketat sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya. Mengapa Islam begitu ketat dalam membuat aturan berpakain? Tidak lain karena Islam mengedepankan perlindungan terhadap marwah manusia itu sendiri. Menjaga kehormatan diri, dalam Islam, merupakan salah satu aturan paling mendasar. Islam begitu melindungi aurat manusia. Aurat adalah suatu yang terlarang terlihat bagi selain mereka yang diboleh. Karena aturan Islam memberikan Batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan dengan memberikan pembedaan yang sangat jelas.

Dijelaskan bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan laki-laki adalah dari pusar hingga lutut. Ini merupakan dasar tidak bisa dirubah. Kalau pun ada pembahasan mengenai cadar atau niqob bagi perempuan, itu masalah lain.Yang harus difahami benar adalah bahwa pakaian harus

a.       Menutup aurat dan sebagai perhiasan

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”( Q.S. al-A’raf/7: 26)

b.       Memelihara diri dari panas matahari dan dinginnya cuaca

“Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).”( Q.S. An-Nahl/16: 81:)

c.       Sebagai bagian dari ibadah

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. al-A’raf/7: 31)

d.       Menghindari diri dari godaan setan

“Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”( Q.S. al-A’raf/7: 27)

e.       Sebagai identitas diri

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”( Q.S. al-Ahzab/33 :59)

f.        Menggapai ridho Allah

 

Karenanya pakaian yang ideal dalam Islam adalah pakaian yang mempertimbangkan dan menjalankan 5 hal di atas. Islam tidak pernah melaarang trend dan mode, Islam membolehkan kita berinovasi dalam berpakaian, bertindak kreatif dalam berpakaian atau membuat pakaian. Namun, menutup aurat, melindungi diri, dan kesesuaian situasi tetap menjadi syarat dasar.

Semua ini adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia, karena Allah Swt. tidak perlu penghambaan dari manusia. Demikian juga, ketika manusia berupaya untuk mematuhi seruanNya memakai busana sesuai syariat memiliki hikmah. Di antara hikmahnya adalah:

1)      Sebagai bukti keimanan kepada rukun iman yang enam, yakni: iman kepada adanya Allah Swt, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir dan qadha dan qadar;

2)      Sebagai cara untuk mendapatkan pahala dari Allah Swt., sehingga kelak akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat berupa surga-Nya;

3)      Sebagai cara menghindari murka dan laknat Allah Swt. yang menyebabkan seseorang akan menderita kelak di akhirat;

4)      Sebagai cara untuk terjaga dari fitnah dan pelecehan seksual; dan 5) Sebagai motivasi untuk lebih baik lagi dalam beribadah, sehingga tampak dalam sikap perilaku akhlaknya

 

Tugas

1.       Tugas 1.

Berikan contoh berupa foto pakain yang mewakili fungsi pakaian berikut ini, berikan penjelasan mengapa anda menganggap foto yang anda kumpulkan mewakili fungsi pakaian tersebut. Berikut adalah beberapa fungsi pakaian

1)      Penutup Tubuh

2)      Sebagai identitas diri

3)      Sebagai perhiasan

4)      Fungsi status social

5)      Simbol budaya

6)      Memperlihatkan profesi

7)      Fashion

8)      SImbol Agama

9)      Status Gender

Kumpulkan berupa file di link pengumpulan tugas kelas

 

2.       Tugas 2. Silahkan isi link berikut ini : pakaianhati.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Tentang 16 Oktober 2009

by Asep Ahmad Maulana on Sunday, February 6, 2011 at 5:05pm Pagi, 16 October 2009 Sebait lagu mengalun indah, di saat ku torehkan sedikit tulisan dilembaran ini. Di saat pagi masih lekat dengan hitamnya sisa malam, di saat tabuh terhenti, suara-suara di masjid dan surah tak terdengar lagi. Pikiranku enggan untuk tenang, ada ego yang membuat aku merasa kecewa, ada nalar yang memaksaku harus merelakan hari ini berlalu seperti hari-hari sebelumnya. Seminggu lalu aku merasakan kebahagian. Kebahagian akan suatu momen yang akan dijelang di hari ini. Aku tersenyum, aku berharap, aku cemas, aku menunggu, dan hari ini jelas, momen yang membahagiakan itu, tidak akan terjadi hari ini. Aku harus kembali mengatakan entah. Entah. Entah dan entah kapan akan terjadi semua yang kumimpi. Bagi orang lain ini sederhana, hanya masalah datang dan tidaknya kekasih yang tercinta; tetapi bagiku berbeda. Ego ini memaksa aku untuk memaksa dia datang ke sini, dengan pertimbangan dia harus i...

Dua jam bersama Bule

Met The Bule    By Asep Ahmad Maulana Met the bule . Begitulah disebutnya. Semalam sebuah pesan muncul di hp, “I have 3 bule (Australia, france, and Holland) any idea?” Dan pikiran pun bimbang. Aku rasakan kebimbingan. Mengapa? Aku sudah berhenti berbicara bahasa Inggris  sekitar 3 tahun dan tak pernah menggunakannya lagi, teakhir aku gunakan ketika Roolie dan Styn, dua  Bag packer Belanda  yang dibawa oleh seorang teman di Cianjur. Karena mereka orang belanda sangat mudah bagiku berbicara karena banyaknya warisan sejarah pemerintahan kolonial Belanda di daerahku. Dan, diwaktu itu aku masih aktif menggunakan bahasa Inggris.  Aku beranjak menuju rumah temanku untuk menemui tiga bule, dan semakin dekat langkahku semakin ngak karuan pikiranku. What will I do there? Pikirku terus bertanya hal itu. Tetapi, setibanya di sana. Sebaris senyuman aku dapatkan dari dua orang perempuan, Martinde dan Sarah. Martinda adalah seoran...

Semalam yang hangat.

by Asep Ahmad Maulana on Saturday, March 19, 2011 at 7:26am Suatu kebahagian, di saat malam menjelang, dan sayapnya mulai menutup alam. Hitam, kelam, dan setitik hujan menghantarkan malam yang sedikit terguncang dengan getaran gempa, dan aku tidak terperanjak dengan getaran yang cukup besar, larut dalam percakapan bersamanya. Percakapan yang sangat menyenangkan, bagiku, saat dia bercerita tentang hari-hari yang terlalui—biasa selalu aku yang memulai dan berbicara tentang diriku, tapi malam tadi ia bercerita tentang kehidupannya. Mungkin hal ini suatu yang sepele bagi yang lain tapi untukku tidak. Secara, jarak yang jauh intensitas pertemuan pun sangat jarang, hingga sms dan telepon lah yang menjadi peneman dan penjaga kepercayaan satu sama lain. Resiko memang tinggi. Hubungan jarak jauh ini, bagiku, hanya bisa dijaga dengan kejujuran diri terhadap diri, kejujuran diri terhadapnya, dan ia pun melakukan hal yang sama. Karena tidak jarang hubungan seperti ini berakhir tan...