Skip to main content

ETHOS KERJA

Pendahuluan 

Samuel Huntington pada tahun 1997 dalam bukunya Culture Matters menuturkan “pada tahun 1960-an Ghana dan Korea Selatan memiliki GNP yang sama, 30 tahun berjalan merubah Korea Selatan menjadi raja Industri di Asia dan Ghana tidak memiliki perubahan apa-apa”. Apa yang menjadi alasan terjadinya perbedaan itu? Huntington menjawab “Perbedaan Budaya” yang dimaksud budaya adalah perilaku khas suatu kelompok sosial, termasuk cara hidup, gaya hidup, kebiasaan, dan nilai-nilainya. Dengan kata lain terjadinya perbedaan etos, etos terkait erat dengan kebiasaan dan budaya. 


Apa yang akan dipelajari

  1. Yang akan kamu pelajari adalah
  2. Apa yang dimaksud dengan ethos kerja
  3. Dalil Al Qu’ran tentang ethos  adalah QS At-Taubah (9): 105
  4. Mengapa harus memiliki ethos kerja?
  5. Pentingkah ethos dalam kehidupan ?
  6. Jenis – Jenis ethos kerja?
  7. Bagaimana ethos kerja berdampak pada kehidupan kita?
  8. Apa dampak negatif bila kita tidak memiliki ethos kerja
  9. Bagaimana kamu menerapkan ethos kerja pada kehidupan kamu 


Pembahasan :

Etos merupakan kunci keberhasilan dalam kehidupan, terutama dalam dunia sosial dan pekerjaan. Etos membantu kita dalam mencapai keberhasilan. Etos pun menjadikan kita berbeda dengan yang lainnya. Namun, apakah yang dimaksud etos. Panci kentob? eta mah totos; raksukan panganti? eta mah gentos; teu beunang beunang? eta mah lolos;

Etos berasal dari bahasa yunani, yang memiliki artinya sederhananya yaitu adat atau kebiasaan. Saat ini pengertian etos berkembangan dan memiliki arti (1) guiding beliefs of a person, group, or institution, (kepercayaan yang menuntun hidup seseorang, kelompok, atau intitusi) dan (2) the characteristic spirit of a culture, era, or community as manifested in its attitudes and aspirations (jiwa suatu budaya, era, atau komunitas yang terwujud dalam tingkah laku dan cara berpikirnya.

Mengerti?! Belum? begini Etos kata Jansen Sinamo, Bapak Etos Indonesia, menjelaskan bahwa yang dimaksud etos kerja adalah perilaku kerja positif yang berakar pada kesadaran yang kental, kenyakinan yang fundamental, disertai komitmen yang total pada paradigma yang integral. Mengertos?? Acan, ah lieur keneh.

Kie we saur bapa mah, yang dimaksud etos kerja adalah sikap-sikap positif yang dibiasakan dengan sadar yang ditujukan untuk mencapai keberhasilan kerja


Menurut penulis buku paket PAI SMK QS At-Taubah (9): 105 adalah dalil Al Qu’ran tentang ethos  

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, pasti Allah SWT akan melihat pekerjaan, begitu juga para Rasul dan orang-orang yang beriman. Dan Kamu akan dikembalikan kepada Allah SWT mengetahui alam ghaib dan yang nyata. Lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Jika kita perhatikan ayat di atas, secara jelas menegaskan. Bekerjalah kamu, Beramallah kamu. Allah Pasti Melihatmu, begitu juga para rasul dan orang-orang yang beriman. Menurut Imam Ibn Katsir dalam Kitab Tafsirnya, dijelaskan bahwa ayat ini adalah wa’id, yaitu ancaman bagi mereka yang bersebrangan dengan perintah Allah SWT. Tidak berbeda dengan ahli tafsir yang lain Imam Qurtubi, Ath Tahtawi, atau pun Iman Ath Thobari, bahwa ayat ini menjelaskan peringatan bagi mereka yang tidak mematuhi perintah Allah SWT. 

Mengapa demikian? Ini tersirat jelas dalam penjelasan di akhir ayat, Kami akan beritakan apa yang telah kamu kerjakan. Menurut penjelasan para ahli tafsir di atas, pada hari kiamat Allah akan memperlihatkan segala amal yang telah kita perbuat. Bahkan dalam penjelasan Imam Ibnu Katsir mengutif Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad yang menyatakan bahwa, setiap amalan yang kita lakukan Allah perlihatkan kepada keluarga kita yang berada di alam qubur. Jadi, sebelum jauh kiamat terjadi, sebetulnya amalan kita sudah diperlihatkan, namun kepada pendahulu kita. 

Jika kita mencoba sadari kenyatan penjelasan para ahli tafsir tersebut, bahwa ethos sangat berperan dalam kehidupan kita. Betapa tidak, akankah mungkin, sikap yang baik muncul tanpa didukung oleh pemahaman tentang kebaikan. Bisakah kita berbuat baik tanpa kita tahu kebaikan itu apa. Bisakah kita berbuat baik tanpa kita tahu baik itu apa? tanpa pernah melakukan internalisasi? bisakah itu terjadi? Tentu jawabannya adalah tidak. 

Karenanya, ethos memiliki arti penting dalam kehidupan. Dalam suatu perbuatan pasti akan melibatkan minimal dua hal, niatan dan perbuatan itu sendiri. Niatan yang baik akan muncul dari hati yang baik, hati yang baik akan mengajarkan pemikiran yang jernih, pikiran yang jernih akan menciptakan keluhuran sikap. Lantas, pada proses ini ethos berperan seperti apa? Peran ethos adalah para proses penjernihan pikiran. Dalam melakukan sesuatu, seringkali kita banyak pertimbangan, entah itu baik buruk, atau kesetujuan atau tidak setuju. Semuanya berkecamuk dalam pikiran kita, sebaik apa pun hati kita, bila pikran kita berkecamuk tak tentu arah, maka hati pun akan terpaling.  

Untuk menjawab semua itu maka tanamkanlah ethos dalam kehidupan kita sehari-hari. Apa saja ethos yang harus diterapkan dalam kehidupan, saya kutif pendapat Bapak Etos Indonesia, Jansen H. Sinamo, yaitu tanamkan dalam keyakinan kita bahwa 

  1. Bekerja adalah Rahmat
  2. Bekerja adalah Amanah
  3. Bekerja adalah Panggilan 
  4. Bekerja adalah Aktualisasi
  5. Bekerja adalah Ibadah
  6. Bekerja adalah seni
  7. Bekerja adalah Kehormatan
  8. Bekerja adalah pelayanan

Ketika kita mampu menanamkan 8 pemahaman di atas pada keyakinan kita maka sebuah perubahan besar dalam kehidupan pun akan terjadi. Kamu akan lebih mampu menikmati dan menghargai hidup dan kehidupan, kamu akan merasakan begitu besarnya penghargaan orang terhadap dirimu, kamu akan mendapatkan berbagai balasan kebaikan sebagaimana Allah SWT janjikan, hati lebih tenang, perasaan berkecukupan, merasa cukup akan segala yang dimiliki. 

Tapi jika kamu tidak mampu menerapkan 8 keyakinan itu dalam kehidupan kamu, maka yang akan kamu dapatkan adalah cape hate. mudah kecewa, merasa tidak dihargai, merasa seakan derita itu hanya untuk kamu. Dan, ketika, kamu semakin hidup dengan kekecewaan, maka tidak akan ada perubahan nasib dalam hidup kamu.

Karenanya belajarlah untuk menerapkan delapan keyakinan itu dan menerapkannya dalam kehidupan. Berkerjalah, beramallah. Tidak usah mengharap balas. Allah SWT sudah menjanjikan segala perbuatan baik akan Allah SWT balas, tanpa harus kamu minta balas. Allah SWT tidak mungkin mengingkari apa yang Beliau putuskan. Maka berbuatlah baik. 


Tugas

Tugas 1. Buatlah peta konsep dari pembelajaran ini. Kumpulkan di link pembelajaran

Tugas 2. Kerjakanlah Lembar kerja berikut ini : Analisi Diri



Comments

Popular posts from this blog

Tentang 16 Oktober 2009

by Asep Ahmad Maulana on Sunday, February 6, 2011 at 5:05pm Pagi, 16 October 2009 Sebait lagu mengalun indah, di saat ku torehkan sedikit tulisan dilembaran ini. Di saat pagi masih lekat dengan hitamnya sisa malam, di saat tabuh terhenti, suara-suara di masjid dan surah tak terdengar lagi. Pikiranku enggan untuk tenang, ada ego yang membuat aku merasa kecewa, ada nalar yang memaksaku harus merelakan hari ini berlalu seperti hari-hari sebelumnya. Seminggu lalu aku merasakan kebahagian. Kebahagian akan suatu momen yang akan dijelang di hari ini. Aku tersenyum, aku berharap, aku cemas, aku menunggu, dan hari ini jelas, momen yang membahagiakan itu, tidak akan terjadi hari ini. Aku harus kembali mengatakan entah. Entah. Entah dan entah kapan akan terjadi semua yang kumimpi. Bagi orang lain ini sederhana, hanya masalah datang dan tidaknya kekasih yang tercinta; tetapi bagiku berbeda. Ego ini memaksa aku untuk memaksa dia datang ke sini, dengan pertimbangan dia harus i...

Dua jam bersama Bule

Met The Bule    By Asep Ahmad Maulana Met the bule . Begitulah disebutnya. Semalam sebuah pesan muncul di hp, “I have 3 bule (Australia, france, and Holland) any idea?” Dan pikiran pun bimbang. Aku rasakan kebimbingan. Mengapa? Aku sudah berhenti berbicara bahasa Inggris  sekitar 3 tahun dan tak pernah menggunakannya lagi, teakhir aku gunakan ketika Roolie dan Styn, dua  Bag packer Belanda  yang dibawa oleh seorang teman di Cianjur. Karena mereka orang belanda sangat mudah bagiku berbicara karena banyaknya warisan sejarah pemerintahan kolonial Belanda di daerahku. Dan, diwaktu itu aku masih aktif menggunakan bahasa Inggris.  Aku beranjak menuju rumah temanku untuk menemui tiga bule, dan semakin dekat langkahku semakin ngak karuan pikiranku. What will I do there? Pikirku terus bertanya hal itu. Tetapi, setibanya di sana. Sebaris senyuman aku dapatkan dari dua orang perempuan, Martinde dan Sarah. Martinda adalah seoran...

Semalam yang hangat.

by Asep Ahmad Maulana on Saturday, March 19, 2011 at 7:26am Suatu kebahagian, di saat malam menjelang, dan sayapnya mulai menutup alam. Hitam, kelam, dan setitik hujan menghantarkan malam yang sedikit terguncang dengan getaran gempa, dan aku tidak terperanjak dengan getaran yang cukup besar, larut dalam percakapan bersamanya. Percakapan yang sangat menyenangkan, bagiku, saat dia bercerita tentang hari-hari yang terlalui—biasa selalu aku yang memulai dan berbicara tentang diriku, tapi malam tadi ia bercerita tentang kehidupannya. Mungkin hal ini suatu yang sepele bagi yang lain tapi untukku tidak. Secara, jarak yang jauh intensitas pertemuan pun sangat jarang, hingga sms dan telepon lah yang menjadi peneman dan penjaga kepercayaan satu sama lain. Resiko memang tinggi. Hubungan jarak jauh ini, bagiku, hanya bisa dijaga dengan kejujuran diri terhadap diri, kejujuran diri terhadapnya, dan ia pun melakukan hal yang sama. Karena tidak jarang hubungan seperti ini berakhir tan...